26 May, 2020

5 Fakta Terbaru Larangan Mudik 2021, Pengetatan Syarat Perjalanan Berlaku 22 April Hingga 24 Mei

Meskipun, untuk itu harus disertai dengan syarat memiliki surat tugas yang ditandatangani oleh pejabat minimal eselon 2 bagi ASN dan BUMN atau surat keterangan dari kepala desa bagi masyarakat yang memiliki keperluan mendesak. Apabila hasil tes RT-PCR/rapid check antigen/tes GeNose C19 pelaku perjalanan negatif namun menunjukkan gejala, maka pelaku perjalanan tidak boleh melanjutkan perjalanan dan diwajibkan untuk melakukan tes diagnostik RT-PCR dan isolasi mandiri selama waktu tunggu hasil pemeriksaan. Selanjutnya Wahyu menjelaskan, selama masa larangan mudik, pihaknya telah melaksanakan pemeriksaan kendaraan luar daerah Gunungkidul sebanyak 571 kendaraan. Dari jumlah tersebut kendaraan yang dilakukan putar balik ada 24 kendaraan.

Walaupun pemerintah mengeluarkan kebijakan pelarangan mudik selama kurun 6-17 Mei 2021. Sementara PT Jasa Marga Tbk ikut mendukung larangan mudik pada dengan menutup Tol Layang MBZ di ruas Tol Cikampek. Jalan Layang MBZ ditutup dua arah sementara hingga 18 Mei 2021 pukul 23.59 WIB untuk mendukung pengendalian transportasi. Sejumlah titik pintu masuk dan keluar kota sudah resmi ditutup dan diberlakukan penyekatan hari ini. Tol Layang Jakarta-Cikampek arah Cikampek, Jawa Barat, mulai hari ini ditutup pukul 00.00 WIB hingga Senin (17/5) pukul 24.00 WIB. “Itu pun cukup banyak. 18 juta. Kita Kemenhub, satgas selalu ingin melakukan suatu upaya-upaya sosialisasi peniadaan mudik. Agar yang 7% ini turun menjadi jumlah yang lebih sedikit. Sehingga kita bisa me-manage dan polisi bisa melakukan penyekatan dengan berwibawa tetapi kita harapkan dengan humanis,” kata BKS.

Belum lagi dengan kesan yang diciptakan sejak dulu yang menganggap lebaran adalah momen terbaik untuk bersilaturahmi dengan keluarga besar. Tradisi pulang kampung ini disebut dengan mudik, karena singkatan dari “mulih dilik” yang berarti “pulang sebentar”, atau “mulih disik” yang berarti “pulang dulu”. Sedangkan di masyarakat Betawi, kata mudik memiliki kepanjangan dari kata “menuju udik” yang berarti “menuju kampung”. Pemerintah telah secara resmi mengumumkan larangan mudik Lebaran 2021.

Larangan Mudik 2021

Sandi mencontohkan seperti wisata lokal di Jabodetabek yang tersedia wisata berbelanja, wisata olahraga di Gelora Bung Karno Senayan, wisata berbasis bahari di Ancol, hingga wisata berbasis fauna di ragunan. Kebijakan itu menimbulkan rasa cemburu untuk daerah serupa yang saling berdekatan. Dia berpikir, masa mudik 2021 bisa dilonggarkan sehingga jasa transportasi bisa hidup.

Larangan ini diberlakukan untuk moda transportasi darat, laut dan udara. Selama masa larangan mudik ini, masyarakat dilarang bepergian ke luar kota menggunakan moda transportasi apa pun termasuk darat (mobil, motor, bus, journey, kereta api, dan lain-lain), laut, serta udara. Surat izin tersebut berlaku untuk individu, bukan kelompok, dan hanya dapat digunakan untuk sekali perjalanan. Selain itu, pelaku perjalanan di masa larangan mudik ini juga harus memiliki hasil negatif tes Covid-19 sebagai salah satu syarat wajib melakukan perjalanan. Sebelumnya di masa larangan mudik, selain SIKM, pelaku perjalanan diwajibkan memiliki surat keterangan negatif Covid-19 dari hasil tes RT-PCR yang sampelnya diambil maksimal 3×24 jam.

Penurunan tertinggi terjadi di transportasi udara yang secara akumulasi pada pelarangan 6-15 Mei 2021 rata-rata penumpang harian turun hingga 93% dibandingkan hari biasa di bulan April 2021. Sejumlah persiapan tengah dilakukan kepolisian serta pihak terkait di berbagai daerah untuk penyekatan larangan mudik 2021. Di Tol Jakarta-Cikampek terdapat 31 pos penyekatan, dan efektif berlaku pada 6 Mei 2021. Itulah penjelasan mengenai informasi perpanjangan larangan mudik 2021. Pastikan kamu mematuhi aturan yang berlaku demi menekan laju penyebaran virus Covid-19.

Bagi warga yang masih nekat mudik, mereka akan diberi sanksi diputar balik hingga dikenai sanksi lain yang berlaku. Salah satunya pidana atau denda bagi travel gelap yang bisa dikenakan Pasal 303 UU LLAJ. Oleh sebab itu, dirinya menyarankan pemerintah untuk tidak melarang mudik melainkan membatasi pemudik.

Periode H – 14 menjelang masa peniadaan mudik yang dimaksudkan dalam Addendum Surat Edaran ini berlaku pada tanggal 22 April 2021 sampai dengan tanggal 5 Mei 2021. Tujuan Addendum Surat Edaran ini adalah untuk mengantisipasi peningkatan arus pergerakan penduduk yang berpotensi meningkatkan penularan kasus antar daerah pada masa sebelum dan sesudah periode peniadaan mudik diberlakukan. Maksud dari Addendum Surat Edaran ini adalah mengatur pengetatan persyaratan Pelaku Perjalanan Dalam Negeri selama H-14 peniadaan mudik (22 April – 5 Mei 2021) dan H+7 peniadaan mudik (18 Mei – 24 Mei 2021). Periode peniadaan mudik Idul Fitri Tahun 1442 Hijriah adalah tanggal 6 — 17 Mei 2021 dan upaya pengendalian COVID-19 adalah selama bulan suci Ramadhan serta Hari Raya Idul Fitri Tahun 1442 Hijriah. Pada periode H – 14 menjelang masa peniadaan mudik yang dimaksudkan dalam Addendum Surat Edaran ini berlaku pada tanggal 22 April 2021 sampai dengan tanggal 5 Mei 2021.

About : Jaya