17 Jun, 2020

5 Pekerjaan Sampingan Yang Bisa Dilakukan Sambil Mengawasi Anak

Jika perlu Anda juga bisa menitipkan berbagai jenis kue pada toko ritel untuk dijajakan. Saling bertukar kabar dan beraneka cerita dengan orang lain di masa pandemi saat ini bisa jadi hiburan paling masuk akal untuk menghilangkan jenuh dan bosan. Jangan lupa juga untuk melakukan hal-hal baik pada sesama sehingga energi positif tersebut bisa saling tersalurkan dengan baik. Meski pemerintah mengimbau masyarakat untuk melakukan jaga jarak dengan sesama, bukan berarti Anda dan keluarga tidak bisa bersosialisasi, lho. Sebaiknya, tetap jalin hubungan baik dengan teman ataupun kerabat melalui media sosial dengan bantuan teknologi seperti, smartphone dan web. Anda bisa kok melakukan chatting maupun video call di kala sedang beristirahat setelah melakukan rutinitas harian.

Kalau anak-anak Anda tumbuh cerdas, berbudi pekerti baik, itu merupakan hasil didikan dari orangtuanya. Orangtua yang tetap mencurahkan perhatian dan kasih sayang kepada anak. Karier pun bakal melesat, berkat dukungan dari keluarga terutama anak. Misalnya jangan merokok di dalam rumah, membuang sampah pada tempatnya, bicara dengan perkataan yang baik, dan lainnya.

Bekerja sambil mengasuh

Tips dan trik diberikan agar kita bisa menggunakan teknologi dalam kehidupan sehari-hari dengan lebih baik dan bermanfaat. Dia menyarankan kepada pemerintah untuk melakukan komunikasi publik yang lebih konsisten. “Jangan salahkan rakyat, tapi salahkan komunikasi publik pemerintah yang tidak konsisten karena pembatasan pergerakan orang tanpa kriteria yang pasti dan terkesan primary-main,” tandasnya. Bermain di kandang Roma, yakni di Stadion Olimpico, Man United sebenarnya menjadi tim pertama yang justru terserang. Roma yang dipimpin Edin Dzeko mampu membuat lini pertahanan Man United sangat sibuk.

“Kalau aku lebih suka freelance, jadi ngasuh anak iya, penghasilan juga iya. Untung aku enggak harus ke kantor, jadi bisa kerja waktu anakku tidur,” ujar Putri. Meski begitu, Putri memilih bekerja paruh waktu agar dia dapat memantau anaknya. Dia pun bersyukur, tempat kerjanya saat ini tidak mengharuskan ia berada di kantor terus.

Daripada galau dengan rasa bersalah tersebut, lebih baik mengkompensasikan waktu yang tersisa setelah pulang kantor dengan berinteraksi lebih intim dengan anak-anak. Sediakan waktu tiap malam untuk menemaninya mengerjakan PR, bermain, berbagi cerita tentang apa yang dilakukan dan dirasakannya hari ini, atau sekedar membacakan dongeng sebelum dia tidur. yang positif untuk anak-anaknya dan kelak anak-anaknya akan mencontoh ketika mereka berkeluarga. Jangan lupa untuk memantau kondisi kesehatanmu secara rutin ya, Gengs!

About : Jaya